Sony menyatakan bahwa pihak perusahaan telah menjalin kerjasama dengan Aerosense Inc. sebagai pemanufaktur drone otomatis yang bisa menangkap gambar High-Definition (HD) dan mengirimnya langsung ke cloud untuk proses analisis. (Baca: Asal Terbangkan Drone Bisa Didenda Rp 1 Miliar)
Chief Technology Officer Aerosense, Kotaro Sabe mengatakan bahwa perusahaan memproyeksikan penjualan drone di angka 10 miliar yen pada 2020 yang akan datang atau sekitar Rp 1,16 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup sulit untuk memprediksi pertumbuhan bisnis ponsel pintar hanya dengan perangkat ponsel pintar sendirian, karenanya kami mencari peluang baru seperti bisnis drone ini," kata Head of Mobile Business Sony, Hiroki Totoki.
Sementara kehadiran drone di Jepang menciptakan pengawasan yang ketat ketika seorang penentang tenaga nuklir menggunakannya untuk mengirim muatan bahan radioaktif ke atap kantor Perdana Menteri Shinzo Abe pada April lalu. Insiden ini membuat pemerintah setempat memperkuat regulasi mengenai pesawat tanpa awak.
(eno)