"Jika anda terjebak di dalam lubang hitam supermasif, jangan menyerah. Ada jalan keluar," ujar Profesor Hawking pada kuliah umum yang diadakan di Stockholm, Swedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teori inilah yang menginspirasi Hawking untuk meneliti kemungkinan dapat keluarnya informasi yang terjebak di dalam lubang hitam supermasif.
"Saya mengajukan sebuah teori bahwa semua informasi yang masuk ke dalam lubang hitam supermasif tidak tersimpan di bagian dalam lubang hitam tersebut, melainkan di pinggirannya," terang Profesor Hawking.
Terdapat dua kemungkinan apabila suatu informasi terhisap masuk ke dalam lubang hitam supermasif. Kemungkinan pertama, informasi tersebut dapat keluar dari lubang hitam supermasif namun menjadi semacam hologram. Kemungkinan kedua, informasi tersebut berpindah ke semesta lainnya.
"Adanya sejarah alternatif mengenai lubang hitam supermasif menunjukkan bahwa ada kemungkinan teori ini benar. Ukuran dari lubang hitam tersebut harus besar, dan apabila lubang tersebut berotasi, ada kemungkinan bahwa lubang tersebut memiliki jalan tembus ke semesta lain," ujar Hawking.
"Inti dari kuliah ini adalah bahwa lubang hitam supermasif tidak 'sehitam' yang kita kira sebelumnya. Mereka bukanlah penjara abadi. Benda-benda dapat keluar dari lubang hitam supermasif, mungkin dari ujungnya atau mungkin juga keluar di semesta lain."
Namun, para ahli fisika yang menghadiri konferensi tersebut berpendapat bahwa meskipun teori baru Hawking terdengar menarik, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.
(tyo)