Mengingat Lagi Letusan Dahsyat Gunung Krakatau

Deddy S, CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2015 10:19 WIB
Mengingat Lagi Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Letusan Gunung Api Krakatau dalam dokumentasi litografi. (Dok. Krakatoa Committee of the Royal Society/via Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari ini, 132 tahun lalu, tepat terjadinya letusan dahsyat Gunung Krakatau. Letusan itu menyebabkan bencana letusan gunung api yang terbesar dalam sejarah modern manusia, khususnya di nusantara.

Akibat letusan Krakatau pada 27 Agustus 1883 itu, terjadi ombak tsunami setinggi 40 meter, yang meluluhlantakkan 165 desa di sekitar Selat Sunda. Sebanyak 36.417 orang tewas akibat bencana tersebut.

Berdasarkan catatan CNN Indonesia, letusan Krakatau terbilang dahsyat karena terjadi pada saat populasi manusia sudah banyak. Bandingkan dengan letusan Gunung Api Toba, yang jauh lebih hebat, tapi terjadi puluhan ribu tahun lalu.


Para ahli mencatat, letusan itu setara dengan 30 ribu kali ledakan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada Perang Dunia II.

Abu letusannya menutupi langit bumi selama dua setengah hari. Sampai setahun kemudian matahari bersinar redup karena terhalang abu vulkanis.

Hamburan debu tak hanya tersebar di sekitar gunung, tapi sampai ke Norwegia di Eropa dan New York, di Amerika Serikat. Sedangkan suara letusan terdengar sampai Alice Springs di Australia, dan Pulau Rodrigues di dekat Afrika, yang jaraknya terpaut 4.653 kilometer.

Setelah letusan dahsyat itu, yang tersisa di Krakatau tinggal sebuah gunung api kecil yang dinamakan Anak Krakatau. (ded/ded)


ARTIKEL TERKAIT