Menurut laporan kantor berita Xinhua, sopir itu menodong pisau kepada perempuan 42 tahun. Mobil yang ditumpangi diberhentikan di terowongan lalu sopir merampas uang tunai lebih dari 5.000 yuan atau sekitar Rp 10,9 juta.
Serangan terjadi di Chengdu, provinsi barat Sichuan, sekitar pukul 2 pagi pada 9 Agustus 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelola Uber di China tak segera menjawab permintaan berkomentar dari Reuters.
Masalah keamanan dari layanan mobil panggilan di China telah menjadi perhatian khusus pemerintah China sejak Juni 2014, ketika seorang sopir diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan mabuk yang menggunakan layanan Uber.
Selain Uber, di China juga ada layanan serupa bernama Didi Kuaidi yang pendanaannya didukung oleh investor Tencent Holdings dan Alibaba Group. Ada juga pemain yang lebih kecil Yidao Yongche. (adt)