Hanya selang setahun setelah pertama kali hadir di pasaran, termasuk di Indonesia, Asus--menurut IDC--kini telah mengambil posisi kedua dan menggeser pesaingnya yang lebih dulu hadir dari berbagai brand ataupun jenis OS yang digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir tahun 2014, Juliana menyebutkan, Asus berhasil memasarkan lebih dari 1,4 juta unit smartphone di Indonesia.
Untuk merayakan keberhasilan Asus meraih posisi kedua di industri smartphone di Indonesia, Asus akan memberikan cash back sebesar Rp300 ribu untuk setiap pembelian ASUS ZenFone 2 ZE551ML 4GB/32GB.
Asus Zenfone 2 (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto) |
"Kini pengguna bisa mendapatkan smartphone berkinerja tinggi dan RAM ekstra lega tersebut di harga Rp 3,6 juta," ucapnya. Zenfone, Produk Premium dengan Harga Terjangkau
Juliana menambahkan, saat ini dunia sudah berubah. Teknologi smartphone sudah semakin matang dan belum banyak inovasi teknologi signifikan dalam setahun terakhir yang mau tidak mau memaksa pengguna harus mengganti smartphone high end lamanya dengan versi yang lebih baru.
"Dari sisi hardware, integrasi chipset telah membuat desain smartphone lebih mudah dibanding sebelumnya. Untuk itu, tak hanya berinovasi pada desain yang elegan dan stylish, Asus harus juga berinovasi pada software," sebut Juliana.
Asus Zenfone 2 (CNN Indonesia/ Aditya Panji) |
"Dengan ZenUI, Asus mengembangkan antarmuka yang memiliki desain seni modern yang premium, berbasis Android," ucapnya, sembari menambahkan lini yang lain tak dilupakan.
"Mulai dari Jelly Bean, KitKat, dan kini Android Lollipop, sudah tersedia pada lini smartphone Asus. Termasuk untuk Zenfone yang pertamakali kami hadirkan ke pasaran Indonesia. Tak semua produsen menawarkan kenyamanan seperti ini bagi pengguna," tambahnya
Ke depan, Juliana juga yakin, Asus akan mampu menguasai pasar ponsel pintar Indonesia dan menjungkalkan posisi status quo. (tyo)
Asus Zenfone 2 (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
Asus Zenfone 2 (CNN Indonesia/ Aditya Panji)