Idealnya, menurut Direktur Operasional Pengelola Nama Domain Internet (Pandi) Sigit Widodo, situs yang dirancang untuk masif dikunjungi oleh masyarakat secara luas menggunakan server sendiri dan bukan shared hosting yang digunakan web tersebut saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Idealnya sih Rp 100 juta dengan biaya pemiliharaan termasuk pengisi kontennya, Rp 50 juta," sebutnya.
Memang Pandi, mengelola nama domain berakhiran .id. Salah satu registrar Pandi adalah Kementerian Kominfo yang khusus menerima pendaftaran nama domain instansi penyelenggara negara. Registrar khusus ini dijalankan Oleh Direktorat e-government Aptika Kominfo.
Khusus untuk domain-domain instansi penyelenggara negara, karena milik pemerintah, di aturan Pandi dimungkinkan untuk pemerintah mengatur kebijakannya sendiri.
Namun begitu, Sigit menambahkan "tidak ada aturan yang dilanggar, tapi memang kurang tepat kalau web yang dirancang untuk akses masif oleh publik menggunakan shared hosting. Apalagi yang aksesnya tidak unlimited."
Hal tersebut yang disayangkan secara pribadi olehnya. "Menurut pandangan saya pribadi, revolusimental.go.id seharusnya tidak perlu terburu-buru dirilis kalau belum siap."
"Pembuatannya terkesan sangat terburu-buru dan kurang disiapkan dengan baik. Sayang saja, untuk web sepenting ini," dia, menandaskan.
(tyo)