Perusahaan asal San Diego, California, Amerika Serikat itu, membuat teknologi baru bernama Smart Protect yang merupakan solusi anti program jahat berbasis hardware.
Qualcomm mengatakan, teknologi ini dapat membantu memantau perilaku berbahaya pada perangkat yang menggunakan prosesor Snapdragon. Ia dapat mendeteksi dan mengklasifikasikan setiap aktivitas anomali yang dianggap mencurigakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, teknologi ini bekerja secara offline memanfaatkan hardware untuk memberitahu jika terdeteksi pelanggaran privasi dan aktivitas berbahaya. Dengan demikian, Qualcomm mengklaim teknologinya tidak menguras baterai secara berlebihan.
Qualcomm menegaskan telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan keamanan siber termasuk Avast, AVG, Lookout, untuk memanfaatkan Application Program Interface (API) milik Smart Protect guna meningkatkan keamanan pengguna. (adt/eno)