Tiga sumber yang dekat dengan rencana ini mengatakan kepada Recode, bahwa ada puluhan perusahaan ritel, merek fesyen, dan situs belanja online, yang diincar Uber.
Menurut sumber tersebut, Uber bisa mengumumkan kemitraan itu pada tahun ini dan dimulai dari kota New York. Setelah itu, mereka mengincar kota San Francisco di California.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis utama Uber saat ini adalah menghubungkan penumpang dengan para pemilik mobil untuk diantarkan ke tempat tujuan.
Di Singapura dan Malaysia, Uber memperluas kerjasama dengan produsen ponsel pintar Xiaomi untuk menyediakan layanan kirim ponsel bagi warga setempat sejak Juli 2015.
Jika layanan kirim barang Uber ini masuk pasar Indonesia, maka ia akan bersaing dengan layanan kurir instan yang selama ini dilakoni Gojek asal Jakarta.
Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim, sempat mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa kurir instan merupakan layanan terbesar kedua setelah transportasi, lalu diikuti oleh layanan beli dan antar makanan Go-Food. (adt)