Aksi aplikasi porno bernama Adult Player itu diungkap oleh perusahaan keamanan ZSclaer. Pengguna disarankan untuk tidak mengunduh aplikasi tersebut.
Adult Player menawarkan konten porno yang bisa dinikmati secara gratis oleh penggunanya. Tapi alih-alih mendapatkan kesenangan dari konten yang dijanjikan, pengguna justru mendapati wajahnya sendiri yang direkam melalui kamera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan tersebut dibuat seolah-olah dikirim oleh FBI. Disertakan pula alamat IP dan beberapa kasus untuk mengintimidasi korban. Pelaku berdalih bahwa ini adalah denda dari pemerintah.
Menurut ZSclaer, Adult Player tidak dapat ditemui di Google Play Store. Seperti dikutip dari Independent, Selasa (8/9).
(eno/tyo)