“Ini adalah titik dalam sejarah yang mencerminkan era baru bidang ruang angkasa manusia,” kata CEO Boeing Dennis Muilenburg seperti dikutip dari Reuters.
Muilenburg enggan mengatakan jumlah uang yang diinvestasikan Boeing sendiri untuk membangun pabrik ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Boeing dan SpaceX Didukung NASA Bikin Pesawat Antariksa
NASA telah membuat kesepakatan kontrak dengan Boeing dan memberi pendanaan hingga US$ 4,2 miliar untuk menerbangkan Starliner sebanyak enam kali ke ISS.
Selain itu, NASA juga membuat kontrak dengan SpaceX dengan pendanaan sebesar US$ 2,6 miliar untuk membangun Falcon 9.
Kontrak ini amat penting bagi Amerika Serikat untuk penerbangan ke antariksa setelah NASA menutup program Space Shuttle pada 2011. Sejak saat itu, Amerika Serikat bergantung dengan pesawat antariksa Soyuz buatan Rusia. NASA harus membayar US$ 70 juta agar seorang astronot dapat menaiki Soyuz ke ISS.
Oleh karena itu, jika proyek ini berhasil maka ketergantungan Amerika Serikat terhadap Rusia akan berakhir.
Kapsul dari Boeing dan SpaceX dijanjikan bisa mengangkut tujuh awak, serta membawa kargo, dari dan ke ISS yang merupakan laboratorium penelitian antariksa senilai US$ 100 miliar yang terbang 400 km dari Bumi.
Selain untuk penerbangan komersial, kapsul buatan Amerika Serikat ini diharapkan juga bisa mendukung program penelitian antariksa NASA.
Selain SpaceX dan Boeing, di Amerika Serikat juga ada perusahaan Blue Origin yang mengembangkan pesawat antariksa. Perusahaan ini didirikan Jeff Bezos, yang tak lain adalah pendiri Amazon.com.
(adt/eno)