Hal itu ia paparkan pada sebuah acara bincang-bincang bertajuk Late Show. Acara ini dibawakan oleh komedian kondang Stephen Colbert.
Cook bercerita soal Apple yang tak melulu mencari keuntungan. Ia, secara pribadi, terpanggil melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan untuk saling membantu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:CEO Apple Menolak Keras Aturan Anti Gay |
![]() |
“Saya mengerti bagaimana rasanya anak-anak diejek di dalam sekolah, di diskriminasi, dan tidak diakui oleh orang tua. Saya harus melakukan sesuatu untuk itu,” kata Cook, dikutip dari CNN Money.
Kepada Majalah Fortune Cook mengaku berniat menyumbangkan US$ 785 juta untuk organisasi kemanusiaan.
Cook, yang menjadi CEO Apple pada Oktober 2011, mulai menarik perhatian publik luas sejak ia berhasil membawa Apple menjadi perusahaan dengan keuntungan paling besar dalam waktu tiga bulan, tepatnya pada kuartal empat 2014.
Pada kuartal tersebut, Apple mencatat pendapatan sebesar US$ 74,6 miliar atau setara Rp 947 triliun dan mengantongi keuntungan US$ 18 miliar atau senilai Rp 224 miliar. Sejumlah analis dan lembaga riset mengakui bahwa Apple menjadi perusahaan dengan laba kuartalan terbesar.
Angka pendapatan Apple dalam tiga bulan tersebut mengalahkan pendapatan Google dalam satu tahun penuh di 2014. Google melaporkan bahwa mereka meraih US$ 66 miliar sepanjang 2014.
Ia juga menjadi perhatian sejak Apple meluncurkan produk kategori baru jam tangan pintar Watch.
(eno)
