Katherine Moussouris, mantan teknisi Microsoft menggugat perusahaan yang didirikan Bill Gates itu dengan tuduhan bahwa kebijakan gaji dan promosi perusahaan selama ini mendiskriminasi perempuan.
Moussouris mengklaim, ia tak mendapatkan kesempatan promosi alias naik jabatan karena supervisor Microsoft tak menyukai sikap dan gayanya, sehingga promosi tersebut diberikan kepada karyawan lelaki yang menurutnya kurang kualifikasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moussouris juga mengatakan, ia mendapatkan bonus gaji dalam jumlah sedikit setelah sempat melaporkan soal pelecehan seksual.
Pihak Microsoft dilaporkan masih bungkam untuk memberikan tanggapan terkait masalah ini.
Moussouris mengundurkan diri dari Microsoft pada 2014 lalu setelah bekerja selama tujuh tahun.
Sang CEO, Satya Nadella, tahun lalu sempat menuai kontroversi saat mengatakan bahwa karyawan perempuan di industri teknologi tak boleh meminta kenaikan gaji. Ia lalu meminta maaf dan berusaha menangani kesetaraan gender di perusahaannya secara adil. (adt)