"Sejauh ini masih memantau pasar. Dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan tak akan ada perubahan harga," kata Head of Product Smartfren Indonesia, Sukaca Purwokardjono kepada sejumlah awak media di Cikarang, Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus produk Mifi Andromax M2S, Sukaca menyatakan, selama ini proses perakitan sudah menekan biaya produksi agar lebih hemat. Andromax M2S disebut hanya memakai tiga komponen impor, yaitu papan sirkuit PCB, baterai, dan alat charger atau pengisian daya ulang.
Itu ternyata cukup membantu penghematan biaya produksi dan menjadi salah satu faktor yang membuat produk itu ramah di kantong. Andromax M2S ini dibanderol Rp 599 ribu. Namun perusahaan memberikan potongan harga menjadi Rp 499 ribu untuk 500 ribu unit pertama yang terjual.
Sebelumnya, produsen asal China, Wiko, mengatakan bahwa perusahaan berencana menaikan harga handset seiring naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Lain halnya dengan harga perangkat Samsung yang sejauh ini belum mengalami kenaikan.
"Sekarang belum ada pengaruh dari segi harga produk kami karena masalah lemahnya rupiah. Belum ada rencana juga untuk menaikkan harga," tutur VP IT and Mobile Communication Samsung Indonesia, Andre Rompis saat berbincang beberapa waktu lalu. (ded/ded)