Mario Teguh melalui status di laman resmi Facebook miliknya, melontarkan sindirian kepada para ayah yang lebih memilih bermain video game di hadapan bayi mereka. Menurut Mario, tindakan tersebut justru memancing sang anak menjadi sosok yang malas belajar karena video games.
Lihat juga:Mario Teguh Dilabrak CEO Touchten Games |
Kutipan dari Mario ditanggapi sinis oleh sutradara Joko Anwar lewat akun twitternya, @jokoanwar. Menurut tokoh muda perfilman Indonesia ini, Mario Teguh tak bijak dengan melontarkan kutipan tersebut. Mario dianggap menyudutkan para gamers tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan Mario Teguh di laman Facebooknya. (Dok. Facebook) |
Komentar lain muncul dari seorang netizen, Alexandro Ramba. Alexandro, seorang pembaca CNN Indonesia, menuturkan selama ini stereotip gamers adalah sampah dan negatif. Padahal, menurutnya, para pencandu permainan bukanlah seperti imaji selama ini. "Gamers itu layaknya seorang atlet dunia maya yang jika dipoles dan didik akan menjadi atlet yang profesional," ujarnya seperti dikutip dalam komentar pembaca CNN Indonesia.
"Kita harus mengerti zaman beliau berbeda dengan kita. Kata-kata beliau ada betulnya. Silahkan main game, asal kita juga tidak melupakan untuk mengembangkan potensi yang kita miliki, saya bermain game karena memang punya tujuan besar," kata Andika seperti dikutip dari laman komentar pembaca CNN Indonesia.
Sementara itu, dukungan kepada Mario Teguh atas pemikirannya juga mengalir. Seorang netizen yang menamai dirinya sebagai Indra Bhaskoro sepakat dengan sang motivator. Dia justru menyindir para produsen dan CEO game di tanah air.
"Cerna dulu kalimat Pak Mario Teguh. Kenapa tidak mengurus anaknya yang masih bayi malah main game. Logika anda rusak karena terlalu banyak hasilkan game," katanya seperti ditulis di laman Facebook CNN Indonesia.
Terlepas dari pro kontra, berdasarkan studi Psychological Science yang diterbitkan pada 2007, bermain game action yang mengambil sudut pandang orang pertama (FPS) dinilai dapat meningkatkan penglihatan penggunanya. Ini terjadi karena otot mata dilatih untuk melihat objek kecil dengan lebih cepat.
Riset sejenis yang diselenggarakan dua universitas di Inggris dan Australia. Mereka melakukan riset terhadap para pemain game Tetris, seperti dikutip dari Attn. Game Tetris dipercaya dapat mengurangi keinginan makan berlebih, merokok, minum kopi, dan melakukan tindakan kurang etis. (ded/ded)
Ucapan Mario Teguh di laman Facebooknya. (Dok. Facebook)