XL Komersialkan 4G LTE di Surabaya dan Denpasar

Aditya Panji, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2015 14:22 WIB
XL Komersialkan 4G LTE di Surabaya dan Denpasar XL Axiata resmi mengkomersialkan layanan Internet kecepatan tinggi 4G LTE di Surabaya dan Denpasar. (antara/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan telekomunikasi XL Axiata resmi mengkomersialkan layanan Internet kecepatan tinggi 4G LTE di kota Surabaya, Jawa Timur, dan Denpasar, Bali, mulai Selasa (22/9.

Direktur Utama XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, dua kota itu bisa diselenggarakan 4G LTE karena tata ulang spektrum 1.800 MHz sudah selesai. 1.800 MHz merupakan satu-satunya spektrum yang dimanfaatkan XL untuk menggelar 4G LTE, setelah mereka memutuskan untuk tidak lagi memakai 900 MHz untuk 4G LTE.

"Dua kota ini adalah kota penting. Surabaya adalah kota bisnis terbesar kedua di Indonesia, dan Denpasar kota turis. Kami ingin lebih dulu gelar LTE di sana," kata Dian dalam jumpa pers di Jakarta.



Di Surabaya, XL memakai 200 BTS untuk menopang layanan 4G LTE di daerah Gubeng, Manyar, Pakuwon, Margorejo, Tambaksari, Wiyung, Kenjeran, Manukan Kulon hingga Sidoarjo.

Sementara di Denpasar, XL menjanjikan layanan 4G LTE bisa dinikmati di daerah Seminyak, Ubud, Bedugul, Sanur, sampai Nusa Dua. Lebih dari 250 BTS telah mendukung 4G LTE di kota ini.

"Secara bertahap XL akan memperluas infrastruktur pendukung 4G LTE di kedua kota ini," lanjut Dian.

Selain jaringan, perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki Axiata asal Malaysia ini, juga sudah menyiapkan kartu SIM yang mendukung 4G LTE untuk diberikan secara gratis kepada konsumen yang siap memakai layanan Internet cepat ini.

XL pertama kali menggelar layanan 4G LTE di kota Lombok pada Juli lalu. Perusahaan mengklaim Lombok merupakan "kota XL" karena mereka punya jumlah pelanggan terbesar mengalahkan operator lain.

Dian mengatakan setelah ini perusahaan menargetkan bisa menggelar 4G LTE di kota Bandung dan Jakarta setelah spektrum 1.800 MHz selesai ditata ulang sesuai mandat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Pemerintah menargetkan tata ulang 1.800 MHz, yang dimulai dari kawasan timur Indonesia pada Mei lalu, bisa selesai sepenuhnya pada akhir November 2015.

Tata ulang ini dilakukan untuk menempatkan blok frekuensi milik operator agar diposisikan secara berdampingan, tidak lagi terpisah-pisah. Pemerintah dan operator telekomunikasi berharap langkah ini bisa membuat layanan yang maksimal.

Sejauh ini, Telkomsel masih menjadi perusahaan telekomunikasi yang paling agresif menggelar 4G LTE. Mereka telah mengkomersialkan layanan itu di kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar, Medan dan Lombok. (adt/eno)