Sudah banyak kejadian nahas akibat selfie. Insiden selfie terbaru menimpa seorang turis Jepang usia 66 tahun yang meninggal karena jatuh dari tangga saat ia berusaha berfoto di Taj Mahal, India. Ada pula kecelakaan yang menimpa pilot Cessna 150 pada Februari lalu di Colorado, AS karena ia dilaporkan sibuk selfie.
Fenomena selfie pun kemudian dianggap lebih berbahaya ketimbang kematian yang disebabkan oleh serangan hiu di laut. Menurut data The Huffington Post, insiden selfie tahun 2015 ini menelan banyak korban sebanyak 12 kematian dibanding delapan kematian akibat serangan hiu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal September kemarin, seorang pemuda 19 tahun di Houston tak sengaja menembak diri sendiri ketika hendak selfie dengan mengacungkan pistol ke arah kepalanya.
Pada Juni lalu, adapun dua orang tewas di Pegunungan Ural, yang terbentang sepanjang Kazakhstan dan Rusia, setelah mengambil selfie ketika sedang menarik pin granat.
Di bulan yang sama, seseorang berumur 21 tahun tewas setelah mengambil selfie di Jembatan Moskow dan terjatuh. Tak hanya itu, lima orang tewas karena selfie terlalu dekat dengan kawanan bison di Taman Nasional Yellowstone, AS.
Kegiatan selfie mulai populer sejak tahun 2014 dan awalnya dianggap bermanfaat demi mengabadikan suatu momen. Tahun 2014 disebut sebagai ‘Tahun Selfie’ saking meluasnya tren ini seiring berkembangnya pula ponsel pintar dengan kamera depan yang canggih. (adt)