Seorang pakar hewan vertebrata, Gilbert Price, tim ilmuwan awalnya terkejut mengetahui bahwa kehadiran penduduk asli Australia nyatanya tumpang tindih dengan keberadaan predator raksasa pembunuh di lingkungan mereka dalam waktu yang bersamaan.
Berangkat dari temuan fosil di gua Capricorn, tim ilmuwan awalnya mengira bahwa kadal raksasa itu adalah komodo yang mengarungi daratan Australia, atau bisa saja menjadi keluarga dari kadal Megalania yang sudah punah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat terkejut ketika menemukan fosil mungil dari kadal raksasa ini saat kami sedang menggali gua sedalam dua meter di dekat Rockhampton," ujar Price, mengutip situs International Business Times.
Gua Capricorn dikenal sebagai situs yang kaya akan keanekaragaman fosil dari banyak spesies binatang. Science Recorder memberitakan, banyak sukarelawan dan warga Australia yang gemar berkontribusi untuk penelitian di sekitar area itu melalui penyaringan dan menyortir sampel yang sudah terkubur.
(tyo)