Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lapan menjelaskan, Lapan-A2 telah dilepas di orbit pada ketinggian 650,16 kilometer dari permukaan Bumi agar bisa menjalankan semua fungsinya.
"Ada beberapa fungsi, di antaranya pemantauan maritim, memantau permukaan Bumi, bencana, hingga identifikasi pulau," kata Thomas kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjalankan misi pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, satelit ini dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer.
(Detikcom/Rengga Sancaya) |
Orbitnya dekat ekuatorial sehingga Lapan-A2 bakal melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari dengan periode orbit 100 menit. Hal ini pun dipercaya sebagai pendukung dari aktivitas pemantauan wilayah nusantara dari luar angkasa. Lapan-A2 akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara.
Proses perakitan Lapan-A2 memakan waktu sekitar empat sampai lima tahun dan menelan biaya sebesar Rp 55 miliar. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri.
Proses peluncuran Lapan-A2 ini menumpang roket milik India bernama TSLV-C30 dan diterbangkan bersama muatan utama yakni satelit astronomi Astrosat yang juga milik India.
Thomas turut menambahkan, Lapan berencana meluncurkan satelit ketiganya, Lapan-A3 tahun 2016 yang juga tetap akan menebeng dengan India. Sementara untuk satelit keempat, Thomas berkata kemungkinan akan melibatkan kemitraan dengan China.
(eno)
(Detikcom/Rengga Sancaya)