"Salah satu pertimbangan (device 4G) adalah harga device yang mereka (pelanggan) harus beli," kata Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra kepada awak media di pabrik LG Innotek, Gwangju, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, berdasarkan program migrasi layanan yang dilakukan perseroan, umur pemakaian smartphone yang ditukar dengan ponsel pintar 4G sebagian besar paling tidak 20 bulan. Di bawah umur pemakaian tersebut, lanjut Roberto, pelanggan masih enggan mengganti perangkat yang mendukung layanan 4G LTE.
Ditemui terpisah, Section Head Data & IoT Devices Smartfren Arya Mada Prasaja menambahkan perseroan telah memesan sebanyak 800 unit MiFi dari tiga vendor berbeda. Haier dan Huawei mendapatkan jatah pesanan masing-masing 450 ribu unit Andromax M2Y dan 100 ribu unit Andromax M2P. Kedua produk tersebut telah beredar di pasaran pertengahan tahun ini.
"Untuk activation per hari ini untuk Mifi Huawei almost reach 50 percent sudah mau habis dari total pre-order, Haier mungkin masih sedikit (aktivasi MiFinya) karena pabrik Haier itukan satu line production dengan yang smartphone jadi capacity-nya masih sharing," kata pria yang akrab disapa Mada.
Sementara itu, LG Innotek mendapatkan jatah 250 ribu Andromax M2S. Produk ini baru diluncurkan ke pasar pada 17 September 2015 lalu. Ke depannya Mada berharap, dengan mengusung nama dan teknologi dari LG Innotek produk MiFi makin diminati oleh pelanggan.
"Per September kemarin ini LG sudah kirim 200 ribu unit ke dalam gudang kita dan sudah siap dipasarkan di bulan Oktober ini," kata Mada.