Seperti yang diungkapkan oleh pimpinan perusahaan pembesut aplikasi ini, PT Roda Mandiri Indonesia ini Freyanto Njomin. Dia bilang kendala pertama adalah penggunaan aplikasi di ponsel pintar.
Para sopir bajaj online ini memang harus menggunakan ponsel berbasis Android, dan penyedia aplikasi menyediakan beberapa skema untuk pengguna agar bisa memilikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak punya ponsel, mereka bisa membelinya kepada kita. Biasanya kita akan datangi pemilik bajaj untuk memodalinya. Bila tidak mau, skema ketiga kita arahkan untuk membeli dengan pinjaman lunak dari bank," paparnya.
Bila ketiga skema tadi tak mempan juga, maka mau tak mau pihak Roda Mandiri Indonesia akan memberikan ponsel secara gratis kepada sopir bajaj tersebut dengan syarat dan ketentuan tentunya.
Sopir bajaj mencoba aplikasi (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Ini yang kita terus sosialiasikan ke pemilik dan sopir bajaj agar mereka tidak perlu khawatir. Apalagi kita akan memberikan pelatihan menggunakan aplikasi ini, sekaligus untuk bagaimana agar mengemudi dengan aman dan bajaj selalu dibersihkan supaya penumpang nyaman," sebutnya.
Saat ini, pihaknya menargetkan bisa merangkul 7.000 sopir bajaj dengan syarat bajajnya adalah bajaj BBG. Karena diketahui saat ini ada total 17.000 bajaj di Jakarta, dimana 10 ribunya masih bajaj konvensional berbahan bakar minyak. (eno)
Sopir bajaj mencoba aplikasi (CNN Indonesia/Safir Makki)