Dikatakan oleh CEO Telkomsigma Judi Achmadi, bahwa kerjasama ini bisa menjadi arah digitalisasi di bidang pendidikan dengan mengurangi penggunaan kertas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama Telkomsigma dengan Huawei (Dok.Istimewa) |
"Tenaga pengajar dan murid dapat mengunggah dan mengunduh serta membagi materi pelajaran ke semua peserta didik dengan solusi ini. Kita akan terus perbanyak kapasitas dalam tiga tahun kedepan," kata Pria yang akrab disapa JAC itu.
Sekadar diketahui, di bisnis storage, Huawei salah satu yang diperhitungkan di dunia. Dalam laporan IDC untuk kuartal I 2015, perusahaan asal Tiongkok ini berada di peringkat ketujuh. Produk storage Huawei masuk dalam kuadran challenger di Gartner Magic Quadrant.
Sebelumnya, pada kuartal I 2014, TelkomSigma juga menggandeng Huawei demi mengincar korporasi asal Tiongkok menggunakan data center miliknya.
TelkomSigma sendiri tahun ini membidik pendapatan sekitar Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun. Pasokan pendapatan selama ini berasal dari bisnis Sistem Integrasi (SI) yakni sekitar 50 persen, Data Center (35 persen), dan Cloud Computing (15 persen). Anak usaha Telkom ini ingin meningkatkan kontribusi bisnis Data Center menjadi 40 persen sampai 45 persen di 2015. (tyo)
Kerjasama Telkomsigma dengan Huawei (Dok.Istimewa)