Investasi baru dari Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan untuk raksasa teknologi Samsung sebesar US$ 14,8 juta atau nyaris Rp 200 miliar itu memang sengaja diperuntukan biaya pengembangan robot di pabrik.
Robot-robot Samsung itu nantinya akan beroperasi di divisi yang saat ini membutuhkan fleksibilitas jari manusia dan tugas sulit lainnya. Mengapa robot? Pihak Korea Selatan meyakini pemanfaatan robot sebagai tenaga kerja pabrik akan jauh lebih murah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Robot, 'Mesin Pembunuh' di Tempat Kerja? |
Situs The Register mewartakan, pemerintah Korea Selatan dan Samsung memiliki tujuan yang terbilang nekat. Seiring upah naik di China, robot yang dikembangkan tersebut dipercaya mampu memangkas biaya pekerja manusia yang saat ini merakit perangkat ponsel pintar.
Indonesia sendiri menerima kehadiran robot dengan tangan terbuka. Beberapa waktu lalu perusahaan asal Swiss, ABB, memboyong robot bernama YuMi yang fungsinya membantu pekerjaan pabrik dan dirancang untuk berkolaborasi dengan manusia alias menjadi mitra dalam memproduksi barang.
YuMi yang telah hadir di Indonesia sejak September lalu ini dibanderol seharga Rp 552 juta dan ditargetkan untuk industri UKM, produk konsumen, dan mainan.
(eno)