Communication Lead Uber Asia Tenggara dan India, Karun Arya mengatakan, sejauh ini pendapatan yang diraih mitra pengemudi akan sepenuhnya diberikan pengemudi dan pihak Uber belum mengutip biaya apapun.
"Sampai sekarang pembagian pendapatan dengan pengemudi di Indonesia masih 100 persen untuk mereka," ungkap Karun saat dijumpai oleh sejumlah media, termasuk CNN Indonesia di Jakarta, Jumat (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya kami menunggu keputusan pemerintah soal regulasi model bisnis seperti ini. Setelah jelas, baru kami bisa tentukan berapa pembagian keuntungannya," kata Arya melanjutkan.
Di Indonesia, Uber telah beroperasi di kota Jakarta, Bandung, dan Bali. Mereka punya rencana ekspansi ke kota besar lain, namun perusahaan masih memantau permintaan dan belum menargetkan secara spesifik kapan akan ekspansi.
Uber telah menguji coba metode pembayaran tunai di Bandung. Jika cara ini dinilai sukses dan berhasil memperluas jumlah pengguna Uber, perusahaan berencana menerapkan hal serupa ke Jakarta dan Bali.
Arya mengklaim saat ini sudah ada 10 ribu pengemudi yang bermitra dengan layanan Uber. Ia optimistis jumlah itu tumbuh 10 kali lipat menjadi 100 ribu pengemudi pada 2016. (adt)