Menurut kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin fenomena ini bisa dilihat pada tanggal 10 dan 11 November dini hari. Saat terbaik untuk melihat fenomena ini adalah pukul 04.30.
"Pada dasarnya setiap planet itu berada di garis ekliptikanya masing-masing. Namun di bulan ini, beberapa planet akan membentuk konfigurasi yang terlihat membentuk garis lurus di langit," jelasnya, kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sebelah kiri atas Venus terdapat Jupiter dengan cahaya yang cukup terang, namun masih kalah terang dengan cahaya Venus. Mars dengan cahaya kemerahannya akan berada di antara Venus dan Jupiter.
Untuk tanggal 11 November, fenomena yang sama masih bisa dinikmati di langit pada dini hari. Namun, posisi Mars sudah mulai bergeser dan tidak berada pada garis sejajar dengan planet lainnya sehingga konfigurasi hanya akan terdiri dari bulan, Venus, dan Jupiter.
Bila astrologi sering mengaitkan berbagai fenomena langit sebagai suatu 'pertanda', Djamaluddin memastikan bahwa fenomena ini tidak akan berdampak apa-apa bagi Bumi.
"Tidak akan ada dampak apa-apa dari fenomena ini, biasanya yang suka mengaitkan dampak itu dari astrologi," tandasnya.
Fenomena planet-planet sejajar ini bisa dilihat sejak tanggal 8 November dini hari. Di bulan Desember, kita juga masih bisa melihat fenomena konfigurasi ini, di mana bulan, Venus, dan Mars akan kembali 'berbaris' di langit.
(tyo)