Sejumlah perubahan kebijakan terkait tarif untuk pengguna dan mitra pengemudi telah dibuat oleh Gojek. Terakhir adalah penurunan tarif per kilometer dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000 pada 2 November 2015.
Pendiri sekaligus CEO Gojek, Nadiem Makarim menyadari, mungkin akan terjadi penurunan order jika perusahaan menurunkan subsidi tetapi di sisi lain Gojek berupaya memperkuat layanannya yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadiem tak menyebut kapan subsidi tersebut benar-benar hilang, yang jelas Gojek saat ini terus berupaya menjaga momentum agar tetap unggul di bisnis ini.
Tetapi Gojek, disebut Nadiem, tak hanya memperluas bisnis di ranah transportasi, mereka juga akan memperkuat layanan on-demand. Perusahaan sedang menyiapkan layanan seperti ini untuk diluncurkan pada awal 2016 yang disebut Nadiem akan menjadi "game changer" berikutnya. (adt)