Fosil-fosil berupa separuh tulang paha ini ditemukan di daerah Afrika Selatan yang kemudian direkonstruksi para ilmuwan.Para ilmuwan mengungkapkan bahwa dinosaurus ini diperkirakan memiliki berat mencapai 14 ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinosaurus ini diperkirakan hidup sekitar 200 juta tahun yang lalu, dekat dengan daerah sungai kecil bernama Caledon, yang kini terletak di perbatasan Afrika Selatan dan Lesotho.
Hasil identifikasi fosil 'raksasa dataran tinggi' ini baru saja diumumkan pada World Science Day di University of the Witwatersrand pada Selasa (9/11).
Dinosaurus ini adalah penemuan signifikan kedua pada tahun ini yang berhasil dilakukan oleh Evolutionary Studies Institute, setelah sebelumnya pada bulan September 2015 berhasil mengidentifikasi fosil Homo naledi, fosil yang diklaim sebagai 'saudara dekat' manusia.
Choiniere bersama tim penggalian akan terus meneliti fosil-fosil 'raksasa dataran tinggi' yang telah ditemukan untuk memastikan apakah dinosaurus ini berjalan dengan dua atau empat kaki.