Design Center Director Asus, Daniel Alenquer mengaku sering mengunjungi Indonesia untuk mencari inspirasi, khususnya aspek desain dan apa yang dicari oleh para konsumen.
"Pasar di Indonesia sangat penting bagi kami. Semakin ke sini, kita pun sadar bahwa kapan pun pengguna ponsel pasti menjepret foto. Apalagi selfie. We use phones to take pictures all the time," kata Alenquer saat peluncuran produk di Jakarta, Kamis (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Spesifikasi yang kemudian ditonjolkan dari Zenfone Selfie adalah resolusi kamera depan dan belakang yang sama-sama 13MP. Untuk memuaskan para konsumen, kamera depan Zenfone Selfie memiliki sudut pandang yang lebih lebar yakni 88 derajat agar bisa memuat banyak orang untuk berfoto.
Saat menunjukan hasil foto jepretan Zenfone Selfie di ruang minim cahaya, Alenquer membandingkannya dengan hasil iPhone 6s. Zenfone Selfie menghasilkan gambar lebih terang dibandingkan iPhone 6s. "Kalian mau pilih yang mana? Zenfone atau iPhone?" seru Alenquer.
Asus meluncurkan Zenfone Deluxe di Jakarta, Kamis (19/11) CNN Indonesia/ Hani Nur Fajrina |
Mendukung teknologi 4G di Cat 4, Zenfone Selfie tersedia dalam dua macam kapasitas memori 16GB yang dibanderol Rp 2,79 juta dan Rp 2,9 juta untuk memori 32GB.
Lalu, Zenfone Max juga diluncurkan dengan konsep power monster, yakni daya baterai yang super besar mencapai 5.000 mAh. Associate Vice President Asus, Alvin Chou menyatakan, Zenfone Max bisa 'berubah' fungsi menjadi power bank.
"Dibandingkan dengan iPhone 6s yang hanya bertahan 16 hari dalam keadaan standby, Zenfone Max mampu bertahan sampai 37 hari," klaim Chou.
Dengan dapur pacu Qualcomm Snapdragon 64-bit, kamera utama Zenfone Max memiliki resolusi 13MP dan 5MP untuk kamera depan. Layarnya 5,5 inci Full HD, Zenfone Max juga disematkan teknologi laser dan mendukung 4G LTE di Cat 4.
Agar bisa dinikmati oleh banyak konsumen, Asus tak memasang harga selangit. Zenfone Max ini dibanderol Rp 2,49 juta.
(eno/eno)

Asus meluncurkan Zenfone Deluxe di Jakarta, Kamis (19/11) CNN Indonesia/ Hani Nur Fajrina