Pernyataan ini diungkap oleh OpParisIntel, yang merupakan subkelompok dari Anonymous. Para peretas ini telah menyatakan “memerangi” kelompok militan ISIS setelah terjadi serangan di Paris, Perancis, 13 November lalu.
Alur serangan yang disinyalir akan dilakoni ISIS setelah serangan bom di Paris, menurut laporan Anonymous, akan dilanjutkan ke Amerika Serikat, Italia, Libanon, dan Indonesia. (Ikuti Fokus: Gaduh soal ISIS di Dunia Maya)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Indonesia, Anonymous juga mengklaim ISIS bakal menyerang perhelatan WWE Survivor Series di Philips Arena di Atlanta, konser Five Finger Death Punch di Milan, University Pastoral Day di Lebanon, dan perayaan Kristus di sejumlah gereja Katolik seluruh dunia.
Anonymous merilis rencana ISIS tersebut lengkap dengan sebuah pernyataan yang berisi, “Tujuan kami adalah untuk memastikan seluruh dunia, atau setidaknya orang-orang yang hendak pergi ke tempat-tempat tersebut agar tahu ada ancaman dan kemungkinan serangan ISIS terjadi. Tujuan lainnya adalah agar ISIS sadar bahwa dunia sudah tahu dan segera membatalkan rencana serangan mereka."
International Business Times melaporkan, pihak FBI di Amerika Serikat, menanggapi ancaman terhadap acara WWE Survivor Series dengan sangat serius.
Sebelumnya, Anonymous menyatakan telah memblokir 900 akun yang berhubungan dengan simpatisan ISIS.
Serangan siber terjadap ISIS dinilai penting oleh Anonymous sebab selama ini ISIS memanfaatkan media sosial seperti Twitter sebagai alat propaganda dan perekrutan anggota.
Meski mudah bagi pihak ISIS untuk menciptakan akun Twitter baru, tentunya butuh waktu panjang untuk menggaet banyak pengikut atau follower dan menguatkan pesan kepada mereka.
Peretasan akun Twitter simpatisan ISIS oleh Anonymous merupakan permainan 'kejar-kejaran' namun dianggap mampu mengacaukan metode perekrutan yang diterapkan ISIS. (adt/eno)