Nola, yang berbobot 1.800 kg, sebelumnya telah menjalani operasi pada 13 November sebagai upaya menyembuhkan infeksi abses. Tetapi kondisinya terus memburuk hingga Sabtu dan akhirnya menyuntikkan obat mematikan dosis tinggi atau eutanasia kepada Nola.
"Kondisi Nola terus memburuk dan kami membuat keputusan sulit untuk menidurkan dirinya," tulis Kebun Binatang San Diego dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Wired.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang, hanya ada dua badak putih utara betina yang tersisa di planet ini dan keduanya tidak dapat melakukan reproduksi, menurut laporan The New York Times.
“Kami benar-benar hancur atas kerugian ini, tetapi kami memutuskan untuk berjuang lebih keras menghadapi akhir kepunahannya,” tulis Kebun Binatang San Diego.
Badak putih utara terakhir berada di alam liar pada 2006. Ia menjadi sasaran perburuan cula.
Pengelola Kebun Binatang San Diego telah menyimpan sperma juga jaringan testis dari Nola, serta Dinka dan Angalifu yang sebelumnya juga berada di San Diego. Para ahli biologi berencana menanamkan embrio badak putih utara ke rahim badak putih selatan yang jumlahnya kurang dari 20 ribu. (adt)