Seperti diungkapkan oleh Senior Vice Presidet LTE Project Telkomsel, Hendry Mulya Syam bahwa perusahaanya menginginkan dua spektrum tambahan yang masing-masing mempunyai sumber daya 5 Mhz tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkomsel sendiri saat ini terus menggeber penggunaan data, khususnya di 4G LTE. Mereka mempunyai amunisi, 7,5 MHz di pita lebar 900 yang digunakan 5 MHz dan 22,5 MHz di 1.800 dengan pemanfaatan 10 MHz.
Sebab, bila Smart Telecom belum sepenuhnya pindah ke 2,3 GHz dan 850 Mhz yang sudah disediakan oleh pemerintah, maka dikhawatirkan ada gangguan di dua kanal blok 11 dan 12 pada 2,1 GHz.
"Karena di 2,1 GHz itu salah satu kakinya harus ada yang pindah. Kita harus ajak mereka sama-sama menyelesaikan, tidak boleh ada saling tersandera," begitu kata Chief RA, sapaan akrabnya, beberapa waktu lalu.
Lihat juga:Menkominfo Ancang-ancang Buka Lelang 3G |
Telkomsel bukanlah satu-satunya pesaing yang menginginkan dua blok tersebut. Sebab, XL Axiata dan Indosat pun menginginkan hal serupa.
Blok 11 dan 12 di 2,1 GHz adalah warisan Axis pasca merger dengan XL Axiata yang dikembalikan ke pemerintah dan kemudian akan diberikan ke operator lagi dalam bentuk lelang. Sayang, lelang ini harus tertunda beberapa kali.
Tahun 2013, Kominfo pernah melakukan tata ulang agar masing-masing operator bisa memiliki sumber daya yang berdampingan. Dari hasil penataan tersebut, Tri yang menempati blok 1 dan 2, Telkomsel berada di blok 3, 4, 5, Indosat di blok 6 dan 7, XL di blok 8, 9, dan 10.
(tyo/adt)