Dalam riset ini, Accenture melakukan riset terhadap 1.000 responden di Indonesia yang 60 persen terdiri dari usia remaja sampai 34 tahun. Dari sini terungkap sebanyak 45 persen responden usia 14 sampai 17 tahun mengaku tertarik memakai perangkat jam tangan pintar (smartwatch).
Hasil yang dipaparkan menjelaskan lebih rinci bahwa ketertarikan 45 persen responden tersebut berupa rencana mereka untuk membeli smartwatch dalam kurun waktu sampai lima tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jam tangan pintar diprediksi akan digemari oleh para screenager di Indonesia sebagai pelengkap gaya hidup dan masuk dalam duni yang serba terkoneksi.
Sirajuddeen juga mengungkapkan wearable device seperti jam tangan pintar ini selain sebagai pemenuhan gaya hidup, ia turut digunakan untuk kepentingan kesehatan. Sebagai contoh Apple Watch yang dilengkapi oleh aplikasi pemantau kondisi kesehatan tubuh si penggunanya.
Kemudian saat ditanya mengenai perangkat wearable lain seperti kacamata atau headset virtual reality (VR), Sirajuddeen mengatakan Indonesia akan segera mengadopsi teknologi tersebut namun membutuhkan waktu.
"Di luar negeri, VR sampai augmented reality memang sudah sangat marak. Indonesia akan sampai ke sana juga tapi tak bisa secepat itu. Untuk sekarang trennya masih berat ke smartwatch," ungkapnya, menutup perbincangan. (adt/tyo)