Polisi London Tangkap Remaja Pencuri Data 6 Juta Anak

Marry Marsela, CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2015 08:13 WIB
Polisi London Tangkap Remaja Pencuri Data 6 Juta Anak Ilustrasi peretasan jaringan komputer. (Getty Images/scyther5)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian Inggris menangkap seorang pria yang diketahui telah membobol data produsen perangkat pembelajaran elektronik Vtech, Selasa (15/12). Tidak tanggung-tanggung, pria berusia 21 tahun ini mencuri data sekitar 6 juta anak-anak dari seluruh dunia.

Penangkapan dilakukan di Bracknell, sekitar 48 km dari London. Departemen kepolisian Inggris yang dibantu oleh The South East Regional Organized Crime Unit berhasil menyita beberapa barang elektronik dari lokasi tersebut dan akan diteliti lebih lanjut oleh unik forensik kejahatan siber.

Database Vtech yang berhasil dibobol terdiri dari profil sekitar 6,4 juta anak dari seluruh dunia, beserta 4,9 juta akun orang tua yang terhubung di dalamnya. Informasi yang diakses pelaku dari akun orang tua antara lain nama, alamat email, kata sandi, alamat IP, alamat rumah, daftar unggahan, serta kata sandi yang telah dienkripsi.


Dari akun anak-anak yang berhasil diretas, perusahaan yang bermarkas di Hong Kong ini mengaku bahwa pelaku mengakses informasi terkait nama, usia, dan jenis kelamin.

Ahli keamanan memperingatkan bahwa informasi yang berhasil dicuri ini mungkin berpotensi digunakan sebagai identitas samaran dari pelaku tindak kriminal untuk menjebak orang tua memanfaatkan nama anak mereka.

“Sejauh ini, pelaku pembobolan diketahui tidak mengakses kartu kredit atau informasi akun keuangan lain, karena pembayaran diatur oleh perusahaan lain pada situs yang terpisah,” ungkap Vtech, perusahaan penghasil produk pembelajaran elektronik seperti tablet dan mainan untuk anak-anak.

Mengutip hasil wawancara pelaku dengan media Motherboard, pelaku pada dasarnya tidak memiliki motivasi untuk menjual data yang berhasil ia dapatkan kepada publik. Namun, hal ini tidak diketahui secara luas.

Setelah mengetahui sistem keamanan virtual Vtech yang buruk, ia mengumpulkan data yang berhasil ia peroleh sebagai bukti dan menceritakan penemuannya tersebut kepada media bernama Motherboard, karena ia tahu bahwa perusahaan besar mungkin saja tidak akan mendengarkannya.

Mengutip dari Motherboard, “Saya hanya ingin masalah seperti ini bisa diketahui dan bisa segera diperbaiki,” ungkap pelaku yang tidak diidentifikasi namanya. (adt/adt)