Mengapa hasil foto Bumi tersebut terbilang unik? Sebab LRO menangkap Bumi seperti sedang “terbit” di atas cakrawala Bulan, dengan pemandangan pantai Liberia berada di bagian tengah foto itu.
Sementara area warna cokelat di bagian kanan atas Bumi adalah Gurun Sahara, ke atasnya lagi Arab Saudi. Kemudian di bagian kiri dari 'bola' Bumi merupakan pesisir Samudera Atlantik dan Pasifik dari Amerika Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menangkap gambar menggunakan instrumen kamera LRO dianggap menjadi tugas yang sulit. Karena, pertama, pesawat nirawak ini harus digerakan ke sisi dekat kawah Compton yakni sekitar 67 derajat, kemudian belok untuk memaksimalkan luas cakrawala Bulan pada Narrow Angle Camera di kamera LRO. Semuanya dilakukan LRO saat ia menjelajah dengan kecepatan 1.600 meter per detik.
LRO diluncurkan ke orbit Bulan pada 18 Juni 2009 silam dan selama ini telah mengumpulkan data berharga tentang Bulan menggunakan tujuh instrumen ilmiah miliknya.
Tercatat LRO bisa menyaksikan Bumi 'terbit' 12 kali setiap hari. LRO sangat disibukkan oleh pengambilan gambar permukaan Bulan sehingga tidak bisa setiap saat mengambil gambar Bumi sedang “terbit.” (adt)