Gojek kini menetapkan tarif datar Rp 12 ribu untuk perjalanan dengan jarak 1-10 km. Sementara, untuk perjalanan berjarak 10-15 km, tarif dipatok dengan harga Rp 15 ribu.
Yang mengejutkan, Gojek memberlakukan tarif Rp 2.000 per kilometer untuk perjalanan yang menempuh jarak lebih dari 15 km. Jadi, jika pengguna menempuh perjalanan 16 km, maka ia membayar Rp 32.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nampaknya, penetapan tarif datar baru ini dilakukan sebagai strategi Gojek dalam menyesuaikan tarif terhadap kompetitor ojek online lainnya, yaitu GrabBike yang kurang lebih menetapkan tarif serupa untuk layanannya.
Setelah itu, mereka menetapkan tarif datar sebesar Rp 12 ribu di luar jam sibuk, sementara untuk jam sibuk pukul 16.00-19.00 GrabBike mewarkan tarif datar Rp 15 ribu.
Untuk saat ini Gojek masih memimpin pasar layanan ojek panggilan, karena telah ekspansi ke 10 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang, dan Balikpapan.
Jumlat mitra pengemudi Gojek saat ini telah lebih dari 200 ribu, di mana 100 ribu di antara berada di wilayah Jabodetabek. Sementara, GrabBike yang memiliki jumlah mitra pengemudi jauh di bawah Gojek, masih memfokuskan pelayanan jasanya di wilayah Jadetabek.
GrabBike berupaya mengejar Gojek dengan memperluas layanan kurir instan yang diberi nama GrabExpress. Namun, Gojek masih memiliki "senjata" pamungkas berupa layanan GoFood untuk membeli dan mengantar makanan dan GoMart untuk membeli dan mengantar kebutuhan sehari-hari.
Gojek yang dibangun oleh Nadiem Makarim juga memiliki layanan lain yang menunjang gaya hidup seperti GoGlam untuk layanan perawatan tubuh, GoMassage untuk pijat, dan GoClean untuk membersihkan tempat tinggal. Sementara GrabBike mengandalkan unit bisnis lain seperti GrabTaxi dan GrabCar. (adt/eno)