Perubahan kebijakan ini dilakukan Microsoft di tengah tren semakin banyak pemerintah negara yang meminta akses informasi atau ingin memantau aktivitas pengguna demi alasan keamanan nasional.
Langkah ini diambil Microsoft setelah perusahaan Internet lain mengambil langkah serupa, seperti Facebook, Twitter, Yahoo, dan Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2012 silam, Google mengatakan dalam beberapa bulan, sekitar puluhan ribu akun email pengguna diakses oleh pihak atau peretas yang disponsori negara.
Serangan ini ditargetkan kepada diplomat, pekerja media, pengacara hak asasi manusia, dan sejumlah profesi lain, kata mantan karyawan Microsoft. (adt)