Dengan demikian tentu saja Netflix bakal dianggap alternatif para pencinta film untuk menyaksikan tayangan kesayangannya, dan tak perlu lagi mengandalkan konten dari televisi berbayar. Inilah yang dianggap bakal mengancam bisnis televisi berbayar di Indonesia.
“Kami memprediksi Netflix tidak menjadi faktor disruptor (pengganggu), sebab kami mempertimbangkan dan menempatkannya sebagai pelengkap bagi pelanggan," sanggah Aditya Haikal, Head of Marketing MNC PlayMedia kepada CNN Indonesia, Kamis (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga paket yang ditawarkan oleh layanan ini, yakni Basic dengan harga Rp 109 ribu per bulan, paket Standar Rp 139 ribu dan Paket Premium yang dibanderol Rp 169 ribu.
Seperti dikutip CNN Indonesia dari laman Netflix, untuk bisa menggunakan layanan ini setidaknya pengguna harus mempunyai kecepatan minimal 0.5 Megabits per second (Mbps).
Sementara Netflix sangat merekomendasikan kecepatan 1.5 Mbps agar bisa diputar secara stabil, walaupun sebetulnya membutuhkan kecepatan internet 3.0 Mbps untuk kualitas film standar (SD).
Nah, untuk yang memilih paket film kualitas High Definition (HD) sediakanlah koneksi internet 5 Mbps agar bisa diputar dengan stabil. Untuk kualitas lebih tinggi lagi, yakni Ultra HD atau setara 4K maka internetnya pun harus ngebut dengan kecepatan minimal 25 Mbps.
(eno)