Senior Vice President Hyundai Lee Ki-sang mengatakan, pihaknya tak punya pilihan selain harus memproduksi mobil ramah lingkungan untuk memenuhi aturan emisi yang ketat di berbagai negara.
Kendati demikian, para produsen yang mulai mengembangkan mobil listrik ini sekarang dihadapkan pada kenyataan harga minyak yang turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hyundai mengklaim konsumsi bahan bakar minyak mobil ini dapat mencapai 22,4 km per liter. Sementara untuk baterai memakai Lithium-ion polymer.
Perusahaan yakin mobil ini bisa mengalahkan Prius karena konsumsi bahan bakar yang sangat irit.
Hyundai sebelumnya sudah punya mobil hibrida seperti Sonata dan Azera
Toyota, yang saat ini menguasai pasar mobil hibrida, bulan lalu memangkas target penjualan Prius baru secara global menjadi 300.000 sampai 350.000, karena harga minyak dunia yang turun sehingga memengaruhi permintaan terhadap Prius. (adt/adt)