Di lansir dari Reuters, anggota dewan Mayor Jenderal Pisit Paoin mengatakan bahwa pemerintah junta militer sudah menunjuk NRSA (National Research Service Award) untuk bertemu dengan para eksekutif dari kedua perusahaan itu dalam tiga bulan ke depan.
Nantinya, Facebook dan Line diminta memberi respons secara cepat jika pengadilan meminta penghapusan konten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thailand sendiri telah menghadapi banyak kritik soal hak asasi dari lembaga dan negara lain sejak junta militer mengambil alih kekuasaan pada Mei 2014.
Thailand juga mengambil langkah memblokir ribuan situs yang kontennya mengandung ejekan terhadap pemerintah. Aparat hukum di negara itu juga semakin serius menindak kritikan sebagaimana perintah dari pemerintah otoriter. (adt)