"Setelah melakukan penilaian yang cermat dari kinerja anak perusahaan secara keseluruhan, tantangan keuangan yang ditimbulkan oleh pasak musik streaming, dan prioritas Line Corporation, Line telah menetapkan bahwa pertumbuhan di masa depan akan sulit. Sehingga memutuskan untuk menghentikan layanan streaming musik, Mixradio," tulis pernyataan Line, yang dikutip dari Gizmodo.
Lihat juga:Microsoft Pisahkan MixRadio dari Nokia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MixRadio merupakan layanan streaming musik yang sudah diselenggarakan di 31 negara, termasuk Indonesia. Fungsi ini sebelumnya ekslusif tersedia untuk ponsel Windows Phone buatan Nokia.
Lihat juga:Line Kantongi 'Warisan' Nokia |
Dibelinya MixRadio oleh Line sekaligus menjadi akuisisi pertama raksasa pesan instan dari Asia tersebut. Seluruh transaksi pembelian rampung awal 2015.
Namun hanya butuh setahun untuk mempertahankan MixRadio oleh Line.
Line sendiri sebelumnya telah bekerjasama dengan Sony untuk membuat perusahaan musik bernama Line Music Corporation. Perusahaan ini bergerak dengan modal awal sekitar 480 juta yen, atau setara Rp50 miliar.