Dia mengapresiasi dan berterima kasih pada Google yang ikut mengatasi "illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing" (penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak mematuhi aturan) di laut Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Presiden Jokowi membawa isu "IUU fishing" dalam salah satu sesi yakni isu maritim KTT AS-ASEAN di Sunnylands, California, 15-16 Februari 2016.
Presiden menilai penting hal ini mengingat Indonesia telah bertahun-tahun megalami kerugian akibat "IUU fishing".
"Kerugian bisa mencapai Rp 101 triliun per tahun", kata Jokowi. Sehingga, penegakan hukum harus dilakukan guna memerangi "IUU fishing".
Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu mengumumkan kerja sama dengan Global Fishing Watch (GFW). Ini merupakan bentuk kemitraan antara Sky Truth, Oceana, dan Google.
Kerjasama ini memungkinkan Indonesia membuka data perikanan swasta kepada pihak yang berkepentingan sesuai aturan. Pada akhirnya publik diharapkan mengakses sendiri data terbuka ini pada 2016.
Sampai saat ini, Indonesia merupakan negara pertama yang bekerja sama dengan GFW untuk menganalisa data nasional dan praktek perikanan. Dengan tools dari GSW ini memungkinkan KKP melihat kapal-kapal yang tak berizin memasuki perairan Indonesia yang bertujuan untuk mencuri ikan. (antara)