Manager Global Community Razer, Goh Hung Wei menceritakan itu saat ditemui CNN Indonesia di Senayan City, Kamis (25/2). “Karena dengan begitu kami punya visi yang sama,” katanya.
Hanya gamer yang mengerti gamer, jadi kami hanya merekrut karyawan yang suka bermain gameGoh Hung Wei |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Goh Hung Wei, Manager Global Community Razer. CNN Indonesia/Trisno Heriyanto |
Punya fans base yang besar dan loyal adalah salah satu kunci keberhasilan Razer, tapi di sisi lain mereka juga mengaku coba untuk memberikan produk yang sesuai dengan keinginan para gamer.
“Pernah ada yang bilang, produk Razer terlalu mahal. Bukan produknya yang mahal, tapi Anda yang tidak sesuai dengan target kami. Kami tak kompromi soal kualitas,” kata Wei.
Banyak hal yang diklaim Wei tak disadari oleh produsen lain di industri yang sama, yakni kebutuhan dasar dan keingian untuk bisa bermain dengan nyaman dengan alat-alat yang dimiliki gamer. Dan untuk melakukan ini bukanlah hal mudah.
“Hanya gamer yang mengerti gamer, jadi kami memang hanya merekrut karyawan yang suka bermain game,” katanya.
Bahkan, menurut Wei, Razer memfasilitasi semua karyawannya agar mereka bisa tetap bermain game. Dari tempat dan peralatan, hingga sejumlah dana yang boleh dibelanjakan untuk membeli game apa pun yang diingkan.
Saat didirikan 2005 lalu Razer hanya diperkuat segelitir orang, kini jumlah karyawannya mencapai 400 orang yang berada di seluruh dunia. Satu hal yang wajib dilakukan mereka, meluangkan waktu untuk bermain game.
Nikmatnya…
(eno)
Goh Hung Wei, Manager Global Community Razer. CNN Indonesia/Trisno Heriyanto