Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan berharap software nasional yang diakuisisi perusahaan juga bisa dimasukkan ke dalam satu sistem ponsel pintar Blackberry agar tercipta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi dari segi penggunaan software.
"Kami memandang smartphone sekarang dari software-nya, dan penggunaan smartphone di Indonesia kedepannya akan sangat berkembang. Di kesempatan yang sama, Blackberry juga sedang meninggalkan konsep generate pendapatan dari hardware dan beralih ke software, sehingga kami dorong mereka untuk akuisisi beberapa software lokal," terang Putu di Jakarta, Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kami dengar sudah ada enam (perusahaan) software yang mereka telah akuisisi dari ITB. Kami sudah sampaikan kepada Blackberry untuk gunakan software dalam negeri, sejauh ini mereka belum ada komitmen apa-apa, tapi mereka menyambut baik kebijakan ini," tambahnya.
"Tapi kebijakan TKDN software ini kami buat dengan bottom line investasi. Intinya kami dorong investasi," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Chief Legal Officer dan Corporate Secretary Blackberry, Steven Zipperstein mengatakan perusahaannya akan terus mengikuti perkembangan kebijakan TKDN yang berada di dalam negeri mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar utama Blackberry.
(tyo)