Direktur Jaringan Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan, jika spektrum ini bisa mereka pakai, maka bakal dipakai untuk memperkuat 3G dan 4G LTE karena kebutulan telah mendapat izin teknologi netral oleh pemerintah.
Telkomsel tidak akan memanfaatkan 800 MHz untuk 2G karena perusahaan fokus mengembangkan 3G dan 4G LTE di tahun 2016 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telkomsel belum bisa memanfaatkan 800 MHz lantaran ruang frekuensi yang seharusnya mereka ditempati saat ini masih dikuasai Smartfren yang belum merampungkan migrasi dari 850 MHz ke 2.300 MHz.
Pemerintah menargetkan waktu migrasi Smartfren segera rampung sebelum akhir 2016.
Telkom menghentikan layanan Flexi yang berbasis CDMA pada 2014 dan merayu pelanggannya beralih memakai Telkomsel Kartu As yang berbasis GSM. Pengalihan frekuensi Flexi kepada Telkomsel disetujui pemerintah di era Menkominfo Tifatul Sembiring.
Telkomsel sendiri telah mengantungi sertifikasi kelayakan operasi (SKLO) dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menggelar layanan di 850 MHz. Pita frekuensi itu berada di rentang 880-887,5 MHz berpasangan dengan 925-932,5 MHz. (adt/tyo)