Dian berkata, ia sejak dahulu telah mengungkap harapan agar biaya interkoneksi turun 40 persen dari biaya yang berlaku saat ini, sebesar Rp 250.
Biaya interkoneksi merupakan salah satu komponen dari tarif ritel, selain biaya produksi, promosi, dan margin keuntungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tarif ritel kan bisa kompetitif, tergantung operatornya. Apakah dia mau untung berapa atau rugi berapa," kata Dia usai meluncurkan aplikasi Tribe di Jakarta, Jumat (18/3).
Regulator telekomunikasi memperhatikan pula operator dominan yang memiliki infrastruktur dan pelanggan dalam jumlah lebih besar.
Menkominfo Rudiantara sebelumnya berkata, penurunan tarif interkoneksi harus cukup signifikan angkanya agar pendapatan operator bisa bertambah.
"Nanti masih harus bicarakan lagi. Kita harus bikin industri lebih efisien, biaya interkoneksi setiap dua tahun di-review, sudah dua kali hanya single digit turunnya," ucap Rudiantara, beberapa hari lalu.
(adt/tyo)