Wakil Presiden Direktur TAM, Henry Tanoto mengatakan bahwa pemasaran Sienta di Indonesia merupakan pilihan langsung dari prinsipal, Toyota Motor Corporation. Bahkan, Indonesia merupakan negara pertama di luar Jepang yang mendapatkan kesempatan untuk menjajal Sienta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti contohnya ground clearance pabrikan Indonesia yang lebih tinggi 25 milimeter karena kondisi geografis serta model infrastruktur jalanan Indonesia yang sangat berbeda dengan Jepang," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pemesanan awal, Toyota Sienta dibanderol seharga Rp 230 juta hingga Rp 295 juta, khusus harga on the road di Jakarta. Meskipun baru bisa didapatkan bulan Juli mendatang, namun pelanggan yang berminat sudah bisa memesan mulai hari ini.
"Dan produk ini tidak hanya dipasarkan di Jawa saja, nantinya akan kami pasarkan ke seluruh dealer kami dari Sumatera hingga Papua," ujarnya.
Henry sendiri berharap Toyota Sienta bisa terjual sebanyak 21 ribu unit hingga akhir tahun atau 3.500 unit per bulan terhitung sejak Juli 2016. Angka tersebut mengambil porsi 5,71 persen dari target penjualan perusahaan tahun ini sebesar 367.500 unit, atau sebanyak 35 persen dari target yang dipasang Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 1,05 juta unit.
"Kami harapkan kehadiran Sienta mampu menorehkan kinerja yang baik bagi Toyota dan membawa angin segar bagi pengembangan industri dan pasar otomotif nasional," tuturnya.
Sebagai informasi, penjualan Toyota pada dua bulan pertama tahun 2016 mencapai 50.307 unit atau mengambil porsi 29,03 persen dari total penjualan nasional sebesar 173.252 unit. Sementara pada tahun lalu, penjualan Toyota mencapai 322.466 unit atau mengambil porsi 31,81 persen dari total penjualan wholesale nasional sebesar 1.013.291 unit.
(tyo)