GrabBike mengatakan bukan suatu hal yang mengejutkan jika pemain lain di industri ini menyadari ada kebutuhan untuk menyediakan layanan selain mobil sewaan, karena kendaraan roda dua merupakan gaya hidup bagi masyarakat di Asia Tenggara yang masih dihantui masalah kemacetan.
Grab melalui layanan GrabBike mengklaim punya pengalaman dan wawasan lokal soal bagaimana merekrut pengemudi dan memahami kebutuhan penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bersaing dengan UberMotor dan juga Gojek, GrabBike mengatakan telah membekali asuransi kepada pengemudi dan penumpang.
Sementara Gojek, pada akhir 2015 lalu memiliki 200.000 mitra di seluruh Indonesia di mana 100.000 di antaranya berada di Jakarta.
UberMotor, sebagai pendatang baru, nampaknya memiliki jumlah mitra pengemudi paling sedikit karena dari pengalaman CNNIndonesia.com, sulit sekali mendapatkan pengemudi di beberapa titik di Jakarta.
Lihat juga:Kebangkitan Sharing Economy di Indonesia |
Ketika CNNIndonesia.com mencoba membandingkan tarif UberMotor, Gojek dan GrabBike dalam jarak tempuh kurang dari 10 kilo meter, ketiganya memberikan tarif yang tak jauh berbeda.
Namun, perbedaan tarif ini sangat terasa ketika CNNIndonesia.com mencoba memesan UberMotor, Gojek dan GrabBike dalam jarak tempuh lebih dari 25 kilo meter. Perbandingan tarif UberMotor, Gojek, dan GrabBike, bisa dibaca di tautan ini. (adt)