Hooq yang didirikan sejak 2015 oleh Singapore Telecommunications (Singtel), Sony Pictures Television, dan Warner Bros ini memang masih tergolong startup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar yang sudah matang untuk layanan streaming, ditambah konsumen yang menurutnya sudah akrab dengan dunia digital.
Sebelum Indonesia, Hooq sudah lebih dulu hadir di Filipina, Thailand, dan India. Indonesia tentunya diyakini sebagai pasar potensial sebagai 'jajahan' Hooq, mengingat layanan streaming sedang merajai para konsumen.
Menggandeng operator besar Indonesia, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Telkomsel, Smartfren Telecom, dan Hutchison 3G pengguna bisa berlangganan Hooq dengan biaya sebesar Rp49.500 per bulan.
Sejumlah konten yang terdapat di Hooq meliputi film-film produksi Hollywood seperti Harry Potter, The Amazing Spider-Man, hingga film lokal Tanah Air seperti Laskar Pelangi hingga film termasuk lawas, Benyamin Raja Ngibul dan sebagainya dapat disaksikan melalui layanan ini. (tyo)