Country Head Hooq Indonesia Guntur Siboro mengatakan, perusahaan terlebih dahulu menampung segala keluhan dan masukan dari pengguna terkait hal yang perlu disensor.
Tim Hooq akan mengkaji secara cepat dan kemudian langsung memberlakukan sensor tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal sensor ini sebenarnya susah-susah gampang. Untuk saat ini kami terapkan seperti itu. Di samping itu kami juga berikan soal rate usia di setiap konten," sambungnya.
"Ya, kami ikuti kalau ada perintah seperti itu dari yang berwenang. Yang jelas kami di sini lebih menyerahkan kepada user untuk memiliki kebebasan dalam penyampaian masukan atau keluhan ke kami terkait konten," ucap Guntur.
Hooq resmi hadir di Indonesia pada Kamis, 14 April 2016. Layanan ini memungut biaya berlangganan sebesar Rp49.500 per bulan dan Rp18.700 per minggu yang bisa dibayar dengan metode potong pulsa dari operator seluler Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Smartfren.
Sebelum Indonesia, Hooq sudah lebih dulu hadir di Filipina, Thailand, dan India. Indonesia tentunya diyakini sebagai pasar potensial 'jajahan' Hooq, mengingat layanan streaming sedang digemari konsumen. (adt)