Berangkat dari landasan tersebut, Rudiantara pun mengajak pihak yang berkompeten untuk beradu inovasi dalam kompetisi Solusi Desa Broadband Terpadu.
"Kita ingin meningkatkan produktivitas masyarakat pedesaan sehingga produk yang dihasilkan bisa didistribusikan dengan baik," kata Ismail, Direktur Telekomunikasi Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Menkominfo mengajak para anak muda guna menciptakan aplikasi mobile yang nantinya bisa digunakan oleh masyarakat desa, seperti petani dan nelayan.
Nantinya, dari 50 tim yang terpilih akan disaring menjadi 25 tim. Setelah itu, Menkominfo akan memilih 6 aplikasi terbaik untuk diimplementasikan di desa-desa.
"Targetnya tahun ini 500 desa dari 47 ribu desa. Tahun depan akan kembangkan lagi, fokusnya masih sama, pada desa yg terluar, terjauh, tertinggal dan diperbatasan," tambah Rudiantara.
Sebelumnya, tahun lalu aplikasi dari ajang SDBT sudah sempat digunakan oleh 50 desa di Indonesia. (tyo)