Sinyal Operator Asing Harus Dijaga Agar Tak Masuk Indonesia

Aditya Panji , CNN Indonesia | Sabtu, 30/04/2016 16:39 WIB
Sinyal Operator Asing Harus Dijaga Agar Tak Masuk Indonesia Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan regulator telekomunikasi Singapura dan Malaysia agar tidak terjadi kebocoran sinyal di wilayah perbatasan, yang membuat sinyal operator seluler asing masuk ke Indonesia dan merugikan warga.

Di kawasan pariwisata Nongsa, Kota Batam Kepulauan Riau, yang merupakan wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Singapura, juga Indonesia dengan Malaysia, kerap terjadi luapan sinyal dari dua negara tetangga.

Sinyal dari perusahaan telekomunikasi Singapura dan Malaysia bergantian masuk ke Indonesia, ditandai dengan datangnya pesan singkat berisi ucapan selamat datang di Singapura atau Malaysia.

Hal ini juga sempat dirasakan CNNIndonesia.com ketika menyambangi Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Malaysia.

"Saya enggak kena spill over, ada pertemuan rutin kementerian Indonesia dengan IDA dari Singapura, dengan MC dari Malaysia juga untuk membahas ini," kata Rudiantara ketika di berada di Batam beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara.


Menteri mengatakan luapan sinyal di perbatasan seharusnya tidak boleh terjadi, karenanya tiga negara serius menanganinya. Koordinasi tiga negara itu dilakukan antara Infocom Development Authority (IDA) of Singapura, Malaysian Communications And Multimedia Commission (MCMC), dan Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dalam koordinasi tiga negara, ketiganya memastikan seluruh perusahaan telekomunikasi untuk menjaga kekuatan sinyal, agar tidak memasuki teritori negara lain.

"Karena itu 'kan tidak boleh. Karena, kalau di Batam sempat kejadian itu, sangat mungkin orang Singapura mendapat sinyal Indonesia. Power dijaga. Sama, di Singapura juga begitu," kata Rudiantara di kawasan pariwisata Nongsa.


Luapan sinyal dari negara tetangga bisa merugikan masyarakat karena sinyal mereka secara otomatis terhubung ke BTS milik operator asing. Hal ini membuat warga memakai layanan seluler asing dengan tarif roaming internasional dan berpotensi dengan cepat menghabiskan pulsa.